19 September 2022

Harita Nickel Resmikan RUTE Sentra Olahan Kedelai di Desa Soligi

Harita Nickel bersama Pemerintah Desa Soligi meresmikan  Rumah Usaha Tangguh Ekonomi (RUTE) dalam rangka pengembangan dan pemberdayaan  masyarakat bidang ekonomi di Desa Soligi, Kecamatan Obi Selatan, Halmahera Selatan,  Sabtu (17/9). Program RUTE yang memberdayakan belasan ibu-ibu rumah tangga di tiga  dusun di Desa Soligi saat ini berfokus pada optimalisasi komoditas kedelai untuk dijadikan  komoditas tempe dan tahu yang ditargetkan bisa mensuplai setiap bulannya 80.000 potong  tempe dan tahu untuk kebutuhan konsumsi karyawan Harita Nickel. 

Latif Supriadi, Head of Community Affairs Harita Nickel menyatakan program RUTE akan  menjadi sentra olahan pangan berbahan baku kedelai hulu-hilir pertama di Halmahera  Selatan. Menurut Latif, RUTE memiliki potensi pemasaran yang sangat tinggi dengan pasar  utama adalah perusahaan katering di lingkungan Harita Nickel. 

Setiap bulannya, ungkap Latif, setidaknya ada dua vendor katering di Harita Nickel yakni PT  GDSK dan PT Aden yang membutuhkan tahu dan tempe sekitar 80.000 potong. “Dengan  kebutuhan sebanyak itu potensi keseluruan omset yang bisa diraih RUTE bisa mencapai Rp  330 Juta per bulan,” papar Latif. 

Latif menyatakan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk komitmen keberlanjutan dari  Harita Nickel. “Sebelumnya Harita Nickel melakukan pendampingan serta penanaman  perdana budidaya kedelai di lahan seluas 2 hektare pada 21 Juli 2022 lalu,” kata Latif. Latif  mengungkapkan, saat ini ada 14 ibu rumah yang menjadi tim penggerak RUTE yang mewakili  tiga dusun di Desa Soligi. Tagetnya setelah berproduksi sebanyak-banyaknya, program ini  bisa melibatkan warga sesuai mekanisme RUTE.  

Dukungan Harita Nickel untuk program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat  (PPM) ini adalah pembentukan dan penguatan kelembagaan, memberikan peralatan produksi  tahu & tempe, pelatihan pembuatan tahu dan tempe, manajemen produksi dan akses pasar  serta demplot budidaya tanaman kedelai.  

“RUTE akan berfokus pada pengoptimalan komoditas kedelai, sehingga produk yang  dihasilkan pun masih seputar olahan kedelai mulai dari tahu, tempe hingga susu,” papar Latif.  \Hal ini, lanjut Latif didasari dengan kebutuhan pangan dari kedelai untuk konsumsi karyawan  Harita Nickel yang cukup tinggi. Sementara untuk suplainya sendiri sejauh ini masih tergolong 

terbatas. “Dan ini menjadi salah satu bagian strategi program One Village One Product (OVOP) yang dikembangkan Harita Nickel” terang Latif. 

Sementara itu Rusman Baharudin, Koordinator RUTE menyampaikan bahwa pihaknya  berterima kasih kepada pihak-pihak yang terlibat khususnya Harita Nikel, dengan adanya program RUTE yang saat ini menyentuh Desa Soligi. “Dengan adanya program RUTE ini  masyarakat mendapatkan banyak hal positif terutama soal keterampilan dan kewirausahaan,”  kata Rusman. Rusman berharap program RUTE bisa membawa perubahan yang signifikan  untuk Desa Soligi dalam berbagai lini kehidupan dan bisa terus memberikan manfaat ke  masyarakat desa.

Dalam acara peresmian RUTE tersebut, Harita Nickel juga turut menghadirkan perwakilan dari  PT GDSK dan PT Aden, selaku vendor katering yang bekerja sama dengan perusahaan. Badri  Bakhtiar perwakilan PT GDSK mengungkapkan bahwa saat ini kebutuhan bahan pangan tahu  dan tempe yang diolah GDSK didatangkan dari luar Obi dan kualitasnya sudah tidak terlalu  bagus ketika sampai di site. Bakhtiar berharap agar secepat mungkin bisa bekerja sama  dengan RUTE dan kelompok RUTE diharapkan bisa memasok produk tahu dan tempe yang  berkualitas bagus. 

Senada dengan Badri, Ronny, perwakilan dari PT ADEN mengungkapkan bahwa saat ini PT  Aden membutuhkan tahu dan tempe yang semuanya didatangkan dari luar Pulau Obi. Menurut  Ronny, PT Aden juga siap bekerja sama dengan kelompok RUTE untuk menerima pasokan  kebutuhan tahu dan tempe setiap bulannya.  

Head of External Relations Harita Nickel, Stevi Thomas menyatakan program PPM ini  merupakan salah satu implementasi dan kepatuhan tanggung jawab sosial perusahaan  terhadap kebijakan-kebijakan global seperti penerapan Sustanaible Development Goals (SDGs). Stevi mengungkapkan Harita Nickel berupaya untuk terus mendorong masyarakat  sekitar operasional Harita Nickel dalam rangka peningkatan dan pengembangan ekonomi  sehingga bisa meningkatkan tarap hidup ekonomi warga.  

“Harita Nickel akan selalu mendukung penuh masyarakat melalui program PPM yang terarah  dan untuk Program RUTE di Desa Soligi ini pendampingan dilakukan melalui peningkatan  keterampilan serta pendampingan produksi sampai pemasaran produk,” tandas Stevi.

Rute 1 Tim Sentra Produksi RUTE Desa Soligi berfoto bersama seusai acara peresmian RUTE, Sabtu (17/9)

Rute Salah seorang warga Desa Soligi tengah menunjukkan produk tempe olahan Sentra Produksi RUTE.